Minggu, 06 Mei 2012

Pertemuan dengan Allah - bagian 4


Surat Al-Insyiqaaq ayat 6:
Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.

Pertemuan dengan Allah - bagian 3

Surat Al-'Ankabuut ayat 5:

Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

Sabtu, 05 Mei 2012

Pertemuan Manusia dan Tuhan - bagian 2


Berdasarkan ayat 18:110:
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
Kunci pertemuan dengan Allah adalah amal yang saleh. Kita coba telusuri ayat Al Quran terkait amal saleh.

Al Baqarah ayat 277:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala dari sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 

Amal saleh tentu banyak rinciannya namun pada ayat di atas secara khusus ditekankan pada shalat dan zakat. Shalat adalah amal yang didirikan untuk menunjukkan konfirmasi diri manusia atas keesaan Allah. Zakat adalah amal untuk mengeluarkan sesuatu yang dimiliki kepada pihak lain. Ini menunjukkan keberpihakan kepada arahan Allah lebih diutamakan dari pada kepentingan kepemilikan harta. Ini juga menunjukkan konfirmasi atas keesaan Allah dengan mengorbankan kepentingan diri atas kepentingan harta.

Kita lihat surat Al Bayyinah ayat 7:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka adalah sebaik-baik makhluk.

Dalam ayat di atas jelas orang yang beriman dan ber amal saleh adalah termasuk makhluk yang baik dan terbaik. Peggunaan kata makhluk berarti tidak hanya melingkupi manusia tapi semua makhluk. Oleh karenanya pantas untuk dapat bertemu dengan Allah. Seorang dengan kualitas dan prestasi amal saleh yang sebaik-baiknya tentu pantas mendapatkan reward pertemuan dengan Allah.

Informasi tentang amal yang sholeh sebagaimana disampaikan pada ayat al Baqarah 277 di atas sebelumnya diinformasikan tentang orang-orang yang beriman. Hal ini menunjukkan keterkaitan erat antara orang-orang yang beriman dan amal soleh.

Dalam surat  Al Anfal ayat 2 disampaikan: 
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat- ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

Dalam ayat ini dijelaskan iman adalah keterhubungan hati dengan Allah pada tingkat kualitas yang membuat gemetar hati. Jika disebut nama Allah, hati belum bergetar berarti belum beriman. Dalam surat ini Allah memberikan harapan untuk menambah kualitas iman dapat dilakukan dengan cara dibacakan ayat-ayat Nya.Proses ini dilakukan sampai hati gemetar ketika disebut nama Allah.

Dapat dibayangkan manusia dengan kualitas iman seperti ini ketika melakukan pekerjaan amal yang soleh atas nama Allah, tentu akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Mereka akan mengerjakannya dengan penuh antusias dan melakukannya dengan sebaik-baiknya. Mereka akan dapat memberikan kontribusi dengan rangking di papan atas dibandingkan seluruh makhluk.

Dalam Al Quran  surat Al Hajj ayat 50 disebutkan:
Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. 

Al Quran surat Thahaa  ayat 75 dan 76 juga disebutkan: 
Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).


Di sini disebutkan orang beramal saleh tersebut gajarannya keampunan, rezeki dan kedudukan yang mulia.

Pertemuan Tuhan dan Musa

Berdasarkan ayat al Quran 28:30:

Maka tatkala Musa sampai ke (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam. Di tempat dan di saat itulah Musa a.s. mulai diangkat menjadi rasul.

Berdasarkan ayat ini terlihat Tuhan yang berinisiatif untuk memperkenalkan diri Nya. Musa bergerak karena melihat adanya api. Perkenalan tuhan melalui elemen voice dan menyebut dirinya dengan nama "Allah", Tuhan semesta alam.
Betapa Maha Luhur nya Allah sesuatu yang Maha Dahsyat lebih dulu memperkenalkan diri Nya.