Berdasarkan ayat 18:110:
Katakanlah: Sesungguhnya aku ini
manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya
Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan
dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".
Kunci pertemuan
dengan Allah adalah amal yang saleh. Kita coba telusuri ayat Al Quran terkait
amal saleh.
Al Baqarah ayat 277:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman,
mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat
pahala dari sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
(pula) mereka bersedih hati.
Amal saleh tentu banyak rinciannya
namun pada ayat di atas secara khusus ditekankan pada shalat dan zakat. Shalat
adalah amal yang didirikan untuk menunjukkan konfirmasi diri manusia atas
keesaan Allah. Zakat adalah amal untuk mengeluarkan sesuatu yang dimiliki
kepada pihak lain. Ini menunjukkan keberpihakan kepada arahan Allah lebih
diutamakan dari pada kepentingan kepemilikan harta. Ini juga menunjukkan
konfirmasi atas keesaan Allah dengan mengorbankan kepentingan diri atas
kepentingan harta.
Kita lihat surat Al
Bayyinah ayat 7:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman
dan mengerjakan amal saleh, mereka adalah sebaik-baik makhluk.
Dalam ayat di atas
jelas orang yang beriman dan ber amal saleh adalah termasuk makhluk yang baik
dan terbaik. Peggunaan kata makhluk berarti tidak hanya melingkupi manusia tapi
semua makhluk. Oleh karenanya pantas untuk dapat bertemu dengan Allah. Seorang
dengan kualitas dan prestasi amal saleh yang sebaik-baiknya tentu pantas
mendapatkan reward pertemuan dengan Allah.
Informasi tentang
amal yang sholeh sebagaimana disampaikan pada ayat al Baqarah 277 di atas
sebelumnya diinformasikan tentang orang-orang yang beriman. Hal ini menunjukkan
keterkaitan erat antara orang-orang yang beriman dan amal soleh.
Dalam surat Al Anfal ayat 2 disampaikan:
Sesungguhnya
orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila
dibacakan ayat- ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada
Tuhanlah mereka bertawakkal.
Dalam ayat ini
dijelaskan iman adalah keterhubungan hati dengan Allah pada tingkat kualitas
yang membuat gemetar hati. Jika disebut nama Allah, hati belum bergetar berarti
belum beriman. Dalam surat ini Allah memberikan harapan untuk menambah kualitas
iman dapat dilakukan dengan cara dibacakan ayat-ayat Nya.Proses ini dilakukan
sampai hati gemetar ketika disebut nama Allah.
Dapat dibayangkan manusia dengan
kualitas iman seperti ini ketika melakukan pekerjaan amal yang soleh atas nama
Allah, tentu akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Mereka akan
mengerjakannya dengan penuh antusias dan melakukannya dengan sebaik-baiknya.
Mereka akan dapat memberikan kontribusi dengan rangking di papan atas
dibandingkan seluruh makhluk.
Dalam Al Quran surat Al Hajj
ayat 50 disebutkan:
Maka orang-orang yang beriman dan
beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia.
Al Quran surat
Thahaa ayat 75 dan 76 juga
disebutkan:
Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya
dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka
itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia), (yaitu) syurga 'Adn yang mengalir
sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan
bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).
Di sini disebutkan orang beramal saleh tersebut gajarannya keampunan, rezeki dan kedudukan yang mulia.
Di sini disebutkan orang beramal saleh tersebut gajarannya keampunan, rezeki dan kedudukan yang mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar